Selama bertahun-tahun, Indonesia menduduki peringkat tinggi
dalam pemeringkatan kualitas pendidikan global, termasuk Program Pisa untuk
Matematika Internasional dan berbagai penelitian lainnya, termasuk penelitian
yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia sendiri, seperti Ujian Nasional Aksi
dan Penilaian Kemampuan Siswa Indonesia.
berada di peringkat
paling bawah.
Penilaian nasional
terkini.
Hasilnya semuanya
buruk.
apa alasannya?
Saya telah beberapa
kali bepergian ke Indonesia sebagai
seorang pendidik, dan saya sering mengunjungi sekolah, bertemu siswa, dan
menanyakan pertanyaan seperti ini kepada mereka.
Tolong beritahu saya
bagaimana melakukan hal ini.
Hal ini diajarkan di
semua tingkatan, dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah
kejuruan.
Nah, apakah kamu bisa menebaknya atau tidak?
Saya ingin tahu apa
yang mereka tunjukkan.
Dan merata di seluruh Indonesia, semua tingkatan,
semua daerah, semua tingkatan, dan mereka belajar dengan cara latihan soal dan
mengulang soal-soal ujian generasi
sebelumnya, dan inti dari apa yang mereka pelajari ternyata ada masalah.
Jadi mari kita
telusuri pertanyaan tersebut dengan melihat dokumen UNESCO tentang empat pilar
pembelajaran di abad ke-21.
Anak-anak kita harus
belajar empat hal.
1. Untuk belajar atau
belajar meneliti, tidak perlu mengetahui materi ini atau itu, menghafalkan ini
atau itu;
2. Untuk melakukan sesuatu, atau belajar melakukan sesuatu, tidak perlu mampu
melakukan ini atau itu; itu, dan mampu melakukannya secara konkrit.
3 Ini bukan tentang
menjadi, katakanlah, seorang pegawai negeri, tapi tentang belajar menjadi sesuatu, dan, akhirnya, belajar untuk
hidup bersama, untuk hidup bersama.
Yang penting anak
memperoleh pengetahuan tentang cara belajar, cara belajar, dan cara belajar.
Faktanya, anak-anak
Indonesia belajar dari guru yang mempromosikan bimbingan belajar privat, dan
hal ini bahkan lebih buruk lagi bagi orang tua dan anak-anak.
Saya ingin pergi ke
arah itu.
Karena yang mereka
kejar adalah nilai.
Sungguh mengherankan
jika kualitas pendidikan kita selalu rendah karena cara belajar yang salah.
Reformasi sistem
pendidikan nasional.
Undang-undang tentang
sistem pendidikan.
Indonesia harus mampu
mengembalikan konsep pembelajaran sesuai empat pilar pembelajaran yang dibuat
UNESCO.
Karena itulah yang
dibutuhkan generasi penerus kita Indra Karisma Aji, Sampai jumpa lagi di tema
pendidikan lainnya, Salam Intelektual, Salam Restorasi, Salam Pancasila

No comments:
Post a Comment